Showing posts with label Tips Bau Mulut. Show all posts
Showing posts with label Tips Bau Mulut. Show all posts

Tuesday, August 16, 2011

Lima Godaan Ketika Berpuasa dan Cara Mengatasinya

Tips dan Triks Menjalani Puasa Bulan Ramadan merupakan kesempatan bagi muslim seluruh dunia untuk meraih pahala melalui ibadah puasa. Agar ibadah tersebut berjalan lancar, terapkanlah strategi pola makan sehat dan tepat. Persisnya, untuk mengatasi lima "cobaan" puasa.

1. "Kalap" ketika Berbuka
Aksi "balas dendam" kerap dilakukan secara tidak sadar ketika berbuka puasa. Padahal, puasa melatih seseorang lebih bersabar menahan diri, termasuk nafsu menyantap makanan berlebihan. Pilihlah minuman dan makanan yang memiliki asupan elektrolik tinggi untuk menimalisir efek dehirasi. Makananlah secukupnya dan pilihlah buah-buahan sebagai pencuci mulut, hal ini dapat mengurangi "efek" bobot berlebih alias kegemukan usai berpuasa.

2. Lemas saat Berpuasa.
Dengan berpuasa kerja organ tubuh "diistirahatkan" selama 12 jam lebih. Alhasil, tubuh Anda secara otomatis beradaptasi menjadi mudah lemas dan mengantuk, terutama di minggu pertama puasa. Mengatasinya, konsumsilah makanan suplemen saat sahur seperti Vitamin C dan vitamin B, atau multivitamin yang mengandung zinc dan selenium. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk memilih suplemen yang tepat.

3. Bau Mulut.
Aroma mulut yang kurang sedap kerap menjadi tantangan tersendiri saat berpuasa. Larangan minum membuat tubuh mengalami dehidrasi dan rongga mulut menjadi kering. Alhasil kadar air liur atau saliva mengalami penurunan dan membuat bakteri dalam mulut mudah berkembang biak. Santaplah menu makanan yang mengandung seledri, keju, jamur shiitake (sejenis jamur), dan biji wijen. Bahan tersebut mampu melindungi rongga mulut dan membunuh bakteri yang menimbulkan bau tidak sedap.



4. Sembelit atau Konstipasi.
Jeda waktu makan antara saat sahur dan berbuka membuat organ dalam saluran pencernaan memiliki waktu istirahat banyak. Kondisi ini menyebabkan daerah usus tidak berkontraksi, sehingga bisa menimbulkan sembelit atau susah buang air besar. Mengantisipasinya, perbanyaklah minum air putih, serta makan sayur dan buah-buahan.

5. Merasa Kenyang saat Sahur.
Kebiasaan mengemil setelah berbuka atau usai salat Tarawih kerap datang menggoda. Terlebih lagi, jika saat berbuka "kalap" dan menyantap makanan sebanyak mungkin. Hal itu menyebabkan perut terasa kenyang saat waktu sahur tiba. Makanlah secukupnya.
sumber:http://terselubung.blogspot.com/2010/08/5-godaan-ketika-berpuasa-dan-cara.html

Cara mudah Mengurangi Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut pada saat puasa terkadang sangat mengganggu aktivitas. Apalagi untuk orang yang memiliki aktivitas berhubungan dengan orang banyak. Komunikasi pun menjadi terhambat akibat tidak percaya diri.

ilustrasi
Menurut Prof. Dr. H. Eky s. Soeria Soemantri, drg. Sp. Ortho, Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), bau mulut pada saat puasa adalah hal yang wajar karena di dalam mulut terdapat banyak bakteri yang dapat mengubah sisa-sia makanan menjadi gas sulfur yang menyebabkan bau mulut.

Jika tidak berpuasa, mulut akan akan memproduksi saliva ketika sedang makan. Saliva berperan untuk membunuh bakteri-bakteri tersebut. Sedangkan ketika berpuasa mulut lebih banyak diam sehingga produksi saliva berkurang. Akibatnya, bakteri berkembang biak dengan sangat cepat sehingga bau tak sedap muncul.




Tidak hanya itu, menurutnya, penyebab bau mulut juga disebabkan oleh adanya plak pada gigi. "Plak pada gigi terdiri dari 2 yakni plak keras dan lunak. Plak adalah media berkembangnya bakteri karena terdiri dari lapisan sisa-sisa makanan, lendir, ludah, dan sel-sel epital yang mati," ujarnya ketika ditemui di sela-sela acara pengukuhan Bulan Kesehatan Gigi Nasional, Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.

Selain itu, penyebab bau mulut juga bisa datang dari dalam tubuh, seperti yang dialami pengidap diabetes atau maag.

Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti:

1. Hindari makanan-makanan yang berbau menyengat seperti petai, durian, atau bawang.

2. Jaga kesehatan mulut dengan secara rutin menggosok gigi setelah sahur dan sebelum tidur di malam hari.

3. Hindari rokok dan alkohol yang dapat memicu terjadinya periodontitis dan gingivitis yang memperburuk kebersihan mulut. Selain itu, alkohol dapat mengurangi produksi air liur yang mengakibatkan semakin cepatnya perkembangan bakteri.

4. Banyak minum air putih ketika sahur dan berbuka untuk menjaga kesimbangan air dalam tubuh.

5. Konsumsi buah dan sayuran seperti apel, wortel, dan bengkuang.

6. Konsumsi makanan probiotik untuk membantu kesehatan pencernaan dan mencegah bau mulut.

7. Konsumsi keju karena keju kaya akan kalsium, rendah karbohidrat, dan mengandung fosfat sehingga bermanfaat untuk meningkatkan produksi air liur, dan mengurangi pertumbuhan karang gigi.

8. Jangan terlalu sering menggunakan obat kumur. "Boleh pakai obat kumur tapi jangan sering-sering, mungkin hanya di malam hari," ujar drg. Eky. Di dalam mulut terdapat bakteri jahat dan bakteri baik yang harus dijaga keseimbangannya.

9. Konsumsi rempah-rempah seperti ketumbar, mint, tarragon, kayu putih, rosemary, dan kapulaga yang sangat baik untuk memerangi bau mulut.

10. Konsumsi vitamin C seperti berry, jeruk, dan melon karena dapat menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi pertumbuhan bakteri. Dapatkan vitamin C dari buah dan makanan lain, bukan dari suplemen, karena suplemen justru memperparah bau mulut.

Menurut drg. Eky, kebiasaan masyarakat Indonesia untuk berbuka puasa dengan makanan manis sah-sah saja, asal kebersihan mulut selalu terjaga. (ren)
(sumber-VIVAnews.com)

 
site meter