Showing posts with label Film Hollywood. Show all posts
Showing posts with label Film Hollywood. Show all posts

Friday, July 29, 2011

3D Sex And Zen Movie

Film Komedi Semi Porno Sex And Zen 3D Laris Manis di Singapura~Seluruh tiket untuk pemutaran film komedi semi porno tiga dimensi 3D Sex And Zen habis sejak diputar untuk pertama kalinya di Singapura. Demikian disampaikan pihak distributor Golden Village (GV) dan dilansir The Straits Times, awal pekan ini.


Sex and Zen movie
"Seluruh tiket sudah habis terjual sejak kamis pekan lalu,"demikian disampaikan juru bicara GV. Ia memperkirakan separuh dari penonton itu adalah pria dan berbeda dari apa yang diprediksi dari film Hongkong ini, yang memperlihatkan baik pria maupun wanita telanjang secara frontal.



Rasa penasaran disebabkan oleh pemberitaan media secara besar-besaran dan sensor yang tak begitu tajam dilakukan pihak lembaga sensor film Singapura, Board of Film Censors (BFC).

Saat pemutaran perdana di akhir pekan, film ini berhasil meraih pendapatan sebesar 155 ribu dollar Singapura atau sekitar Rp 1.091 miliar di 11 layar berteknologi tiga dimensi.
(Kutipan From :Tribunnews.com)

Thursday, July 28, 2011

Hari Ini, Film-film Hollywood Diputar Kembali

WARMCLICK-Film Hollywood~Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, mulai 29 Juli 2011, berbagai film Hollywood akan diputar di beberapa gedung bioskop di Indonesia.

"Mulai 29 Juli 2011, film-film Hollywood mulai diputar di beberapa gedung bioskop," katanya di Jakarta, Kamis (28/7/2011).

Ia mengatakan, dua film yang paling ditunggu, yaitu Harry Potter and the Deathly Hallows Part-2 dan Transformers: Dark of the Moon, mulai diputar dalam pekan ini.

Setelah dua film itu, beberapa film Hollywood lain sudah mengantre dan akan dilanjutkan dengan film-film lain.

"Imbauan saya, meski film Hollywood sudah mulai masuk, tetaplah tonton film Indonesia yang sudah mulai meningkat kualitasnya," katanya.

Pihaknya terus mencari cara agar film impor bisa masuk ke Indonesia meskipun saat ini masih terjadi tarik ulur tunggakan pajak film sebesar Rp 25 miliar dan denda 1.000 persen.

Ia berpendapat, industri film nasional, termasuk bioskop di Indonesia yang kini jumlahnya 676 layar, perlu mendapatkan dukungan dengan lebih banyaknya film yang diputar di dalamnya.



Kapasitas film nasional saat ini masih berkisar 100 judul sehingga masih memerlukan lebih banyak judul film untuk mengisi kekosongan layar-layar tersebut.

"Film impor harus masuk agar bioskop di Indonesia tetap hidup," katanya.

Ia menyatakan prihatin jika potensi penonton film Hollywood di Indonesia yang mencapai satu juta orang akan "lari" ke negara tetangga seperti Singapura untuk bisa memuaskan hobinya menonton film dan berpotensi pada hilangnya devisa dari sisi pariwisata.

Pihaknya tidak memiliki wewenang dalam kaitan perpajakan yang saat ini masih menimpa para pengimpor film.

"Itu bukan kewenangan saya. Kewenangan saya adalah menghidupkan industri film nasional," katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan dan bukan berarti para penunggak pajak dibebaskan dari kewajibannya.

Setelah hampir lima bulan pihak major studio Hollywood yang tergabung dalam Motion Picture Association (MPA) melakukan commercial hold, terhitung sejak 15 Juli 2011, mereka telah kembali mengimpor produk film blockbuster ke Indonesia.

Pencabutan commercial hold oleh MPA dilakukan menyusul diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 90/PMK.011/2011 yang mengatur perubahan mendasar dalam sistem penghitungan bea masuk film impor dari sistem metrik menjadi durasi, dan dari sistem tarif ad valerum menjadi tarif spesifik.

Sementara itu, PMK Nomor 102/PMK.011/2011 semakin memperkuat keyakinan major studio Hollywood untuk mengekspor filmnya ke Indonesia.

PMK tersebut mengatur tentang dasar nilai lain dalam pengenaan pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan atas pemanfaatan film impor di dalam daerah kepabeanan.

Sebagai pelaku usaha impor film, PT Omega Film telah mendapatkan kepercayaan sebagai mitra major studio Hollywood yang tergabung dalam MPA untuk mengimpor empat film blockbuster, antara lain Transformer: Dark of the Moon dan Harry Potter and the Deathly Hallows Part-2.

Film-film yang telah lulus sensor itu diharapkan dapat mulai dipertunjukkan di bioskop-bioskop pada akhir Juli 2011.

Ia mengatakan, selama periode Januari-Juli 2011, jumlah film impor mencapai 75 judul.

Film-film tersebut diimpor oleh sembilan perusahaan pengimpor film yang aktif dari 65 perusahaan pengimpor film yang terdaftar.
Sumber :ANT

 
site meter