Showing posts with label Aksi Hacker. Show all posts
Showing posts with label Aksi Hacker. Show all posts

Sunday, September 11, 2011

Peretas "Anonymous" Akan Kuasai Trending Topic Twitter

Tak puas hanya membajak website-website resmi pemerintahan dan perusahaan swasta, kelompok peretas (hacker) Anonymous berencana akan menguasai trending topics Twiiter. Melalui rilis yang disebarkan di blognya, Anonymous berencana akan menggunakan program URGE (Universal Rapid Gamma Emitter). Program ini bahkan disebarluaskan di blog tersebut dan para pengunjung blog bisa mengunduh file program dari link yang tersedia. Program URGE ini nantinya dapat membuat trending topic tanpa harus memposting tweet berulang-ulang.

Anonymous melakukan ini karena merasa bosan dengan Trending Topic Twitter yang menurut mereka tidak lagi relevan dengan permasalahan yang terjadi di dunia. Menurut kelompok peretas yang menjadi target FBI ini, Trending Topic Twitter selalu berfokus kepada hal-hal yang "menghibur" semata, bukan yang informatif, juga terkesan sangat menonjolkan "pop culture". Anonymous juga menuding Twitter melakukan manipulasi Trending Topic sehingga apa yang muncul menjadi Trending Topic merupakan hal-hal yang menarik saja menurut Twitter. Pihak Twitter juga dituduh memanipulasi Trending Topic agar orang-orang di seluruh dunia membicarakan hal yang sama sesuai keinginan mereka.

Oleh karena itu Anonymous menyatakan akan mengubah Twitter sehingga Trending Topic-nya berisi hal-hal yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak seperti politisi yang korupsi, kerusuhan di Suriah, atau rencana kerja Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Dalam rilisnya Anonymous menegaskan bahwa program URGE tidak dimaksudkan untuk eksploitasi, melainkan membantu para netter yang ingin menyebarkan informasi penting tanpa harus melakukan copy-paste berulang-ulang atau menunggu di-retweet jutaan orang.

Twitter memperkenalkan daftar Trending Topic pada tahun 2008. Pada saat itu, istilah atau frase yang paling sering diketik akan muncul sebagai Trending Topic. Namun, hal ini pernah membuat Adam lambert bertahan di trending topic tanpa pembahasan yang terkait satu dengan lainnya. Pada Mei 2010, Twitter mengubah konsep algoritma Trending Topic-nya sehingga yang muncul sebagai Trending Topic hanyalah topik tweet yang volumenya terus meningkat dalam waktu singkat. Jadi, bahkan jika jutaan gadis remaja memasukkan hastag #justinbieber dalam tweet mereka, tidak menjamin #justinebieber akan menjadi trending topic apabila tidak di-tweet secara bersamaan dalam waktu singkat.

Mengenai program yang akan dikembangkan Anonymous, pihak Twitter masih belum memberikan pernyataan resmi. Mereka hanya memberikan pernyataan singkat bahwa segala sesuatu yang berseberangan dengan kebijakan Twitter akan dianggap sebagai kegiatan Spamming dan bisa dikategorikan sebagai penyalahgunaan.

Anonymous bukanlah pihak yang pertama kali mempertanyakan bagaimana Trending Topic bekerja. Sebelumnya, Wikileaks juga mempertanyakan mengapa tanda pagar (hastag) #Wikileaks dan #Cablegates tiba-tiba menghilang dari Trending Topic Twitter pada saat berita ini hangat dibicarakan oleh dunia.
Sumber :PCMagazine /Kompas.com


Friday, July 29, 2011

Kelompok Para Hacker, Ajak Pemboikotan PayPal

Kelompok Hacker Ajak Pemboikotan PayPal- Anonymous, kelompok hacker yang mendukung situs peniup peluit Wikileaks, mem-posting pernyataan resmi ajakan untuk memboikot situs layanan transfer dan pembayaran online, PayPal. Pernyataan resmi itu dibuat sebagai protes kepada PayPal, yang dianggap tidak adil karena menolak aksi donasi kepada Wikileaks melalui PayPal.

Bersama kelompok hacker lain, Lulzsec, Anonymous mem-posting ajakan boikot PayPal ini di sebuah situs text-sharing, Pastebin. Selain menolak digunakan untuk donasi Wikileaks, PayPal juga dianggap membantu aparat keamanan dalam melacak para hacker, yang kemudian ditahan.





"Alasannya sederhana, kami, rakyat, merasa terganggu dengan ketidakadilan tersebut. Kami tidak akan hanya duduk dan membiarkan kami dihancurkan oleh korporasi mana atau pemerintah mana pun," tulis pesan di situs Pastebin itu, seperti dikutip dari CNN.

"Kami tidak takut terhadap kalian, dan kami tak perlu kalian takutkan. Kami bukan teroris, tapi kalian (yang teroris)," lanjut pesan itu.

Sejak awal bulan ini penyelidik federal Amerika Serikat, FBI, setidaknya telah menahan 14 orang atas tuduhan meretas (hacking) situs PayPal. Aksi serangan oleh para hacker memang marak dilakukan setelah PayPal menolak donasi yang dikumpulkan Wikileaks.

Dalam pesan tersebut, FBI juga dikritik karena menahan orang-orang, hanya karena melakukan "operasi cyber modern yang etis". Menurut pesan itu, tidak adil menahan orang yang melakukan peretasan atau hacking atas dasar protes. Karena, aksi hack itu tidak dilakukan untuk mengambil keuntungan.

Aksi boikot ini kemudian mengajak orang-orang untuk menutup akun PayPal mereka. Anonymous dan Lulzsec juga meminta orang-orang untuk menyebar ajakan boikot PayPal ini di jejaring sosial, seperti Twitter.

Namun, hingga saat ini belum terlihat dampak dari ajakan para hacktivist (aktivis hacker) tersebut. "Kami tidak melihat ada perubahan dalam operasional kami," ucap juru bicara PayPal dalam email kepada CNN, kemarin. (sj) (Kutipan dari• VIVAnews)

Wednesday, July 27, 2011

Situs Web Presiden Prancis Dikerjai Hacker

WARMCLICK - Situs web presiden Prancis Nicolas Sarkozy dibobol hacker (peretas) pada Selasa, 26 Juli 2011. Para peretas mengacak-acak situs dengan memasukkan sebuah permainan yang dinamai 'Keluarkan dia'.

Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy (AP Photo/Evan Vucc)
Dilansir dari harian Telegraph, Kamis, 28 Juli 2011, di bawah banner resmi situs, tampak Sarkozy dalam versi kartun mengendarai sebuah gokart. Kartun Sarkozy ini tampak dari istana kepresidenan Prancis Palais de l'Élysée menuju gerbang luar istana.

Untuk setiap klik pada tombol Facebook yang terdapat di samping permainan, gokart tersebut akan semakin mendekati gerbang. Instruksi permainan tersebut berbunyi: 'Semakin banyak Anda mengklik, semakin cepat si kecil Nicolas keluar!'




Istana kepresidenan mengonfirmasi bahwa gangguan ini memang benar terjadi pada Selasa malam, namun telah diperbaiki pada Rabu pukul 7 pagi. Juru bicara istana mengatakan, "Para peretas memanfaatkan sistem software lama yang digunakan untuk mereka ulang halaman depan."

Bukan kali ini saja Presiden yang berasal dari UMP, partai kanan Prancis itu mengalami masalah di dunia maya. Tahun lalu, akun Facebook Sarkozy juga dibobol peretas.

Para peretas memposting status palsu yang dibuat semirip mungkin dengan pernyataan mengundurkan diri dari Presiden yang berbunyi: "Rekan-rekan sekalian, mengingat kondisi yang sedang dialami negara kita, saya telah memutuskan untuk tidak kembali mencalonkan diri pada akhir masa tugas saya pada 2012."

Saat masalah tersebut diperbaiki beberapa jam kemudian, Sarkozy menulis status balasan yang ditujukan untuk peretas akunnya. Status balasan itu berbunyi, "Terima kasih telah mengingatkan saya bahwa tak ada sistem yang sempurna." (umi)(Kutipan dari• VIVAnews )

 
site meter